Rabu, 09 Januari 2013

Khutbah Jum'at 05

Ibadah Haji
الحمد لله الغنِي الكريم مفيض النعم والإحسان، العزيز الحكيم مبدع الأشياء وخالق الأكوان، أوجب الحج على من استطاع من عباده كما في محكم القرآن، وجعل الحج المبرور من أفضل الأعمال ووعده بالجِنان، سبحانه هو الذي جعل بيته الحرام دار الأمان. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، ذو المواهب والإمتنان، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله، صفوة أصفياء الرحمن. اللهم فصل وسلم على عبدك ورسولك سيدنا محمد أنزل إليه القرآن، وعلىآله وصحابته ومن تبعهم بالإيمان والإحسان، ما دامت الشمس طالعة وتكررت الليالي والأزمان.
أما بعد : فيا أيها المؤمنون، أوصيكم بتقوى الله فقد فاز المتقون، وتأملوا كم مد لكم مولاكم موائد بره ومواهب إفضاله، وأرشدكم إلى سواء السبيل فتخلف كل منكم لتحصيل آماله، وفاتكم موسم الحج الشريف وأنتم عنه غافلون.
قال الله تعالى في كتابه الكريم : إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين، فيه آيات بينات مقام إبراهيم، ومن دخله كان آمنا، ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا، ومن كفر فإن الله غني عن العالمين.
Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang dirahmati Allah.
Marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan kwalitas Iman, Islam, dan taqwa kita kepada Allah SWT, karena orang-orang beriman dan bertaqwalah yang akan beruntung di hari kiamat kelak.
Ma’asyirol muslimin Rahimakumullah.
Jutaan kaum muslimin telah berbondong-bondong ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, termasuk saudara-saudara kita dari bangsa Indonesia, khususnya dari Kabupaten Pati yang sedang dan akan berangkat menuju ke sana. Kita mendo’akan, semoga perjalanan mereka senantiasa dilindungi oleh Allah SWT, mereka mampu beradaptasi dengan cuaca di sana, yang khabarnya saat ini mencapai 5 derajat celsius. Dan semoga saudara-saudara kita yang telah meninggalkan keluarga dan kampung halamannya menuju ke tanah suci, benar-benar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, rukun, wajib dan sunnahnya, pulang kepada keluarga masing-masing dengan membawa predikat hajji mabrur.
Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.
Ibadah Haji adalah rukun Islam kelima, setiap muslim hendaknya bercita-cita untuk dapat melaksanakannya, paling tidak setiap muslim berniat dan berdo’a kepada Allah agar dapat melaksanakan ibadah haji. Karena niat seorang mukmin merupakan satu kebaikan.
Pada dasarnya, haji memang hanya diwajibkan atas orang-orang yang mampu (Istitho’ah). Namun kenyataannya, kekayaan tidak menjamin seseorang dapat melaksanakan ibadah haji, sebaliknya orang miskin juga ada yang mendapat panggilan Allah untuk menjadi tamu kehormatan-Nya.
Istitho’ah atau kemampuan berhaji menurut para ulama’ berarti mampu dari segi biaya pejalanan ibadah haji (BPIH) dan mampu meninggali biaya hidup keluarga yang ditinggalkan selama di sana, sehat jasmani dan rohani, serta aman dalam perjalanan pulang pergi.
Orang yang telah memiliki kemampuan di atas, hendaknya segera mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji, jangan menunggu besok-besok, karena tidak ada jaminan, kita akan selalu mampu sampai tahun mendatang, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Allah sangat mampu mengambil kekayaan dari seseorang dan sangat mudah bagi-Nya mencabut kesehatan dari seseorang. Tentang hal ini Rasulullah SAW menegaskan :
تعجلوا الحج، فإن أحدكم لا يدري ما يعرض له
Segeralah berhaji, karena seseorang di antara kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas.
Dlam hadits lain yang juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda :
من أراد الحج فليعجل، فإنه قد يمرِض المريض، وتضل الراحلة، وتكون الحاجة
Barang siapa hendak berhaji, maka segeralah, karena seseorang mungkin sakit, kendaraan hilang dan mungkin ada kebutuhan.
Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.
Tidaklah benar, orang yang tidak mau pergi haji dengan alasan belum mendapat panggilan, padahal dia sehat dan kaya. Karena panggilan haji tidak dapat didengar telinga. Kita harus berusaha dengan mendaftar, apalagi saat ini orang yang daftar sekarang belum tentu dapat berangkat tahun ini, karena saking banyaknya pendaftar. Ini merupakan indikasi bahwa kaum muslimin sekarang sudah banyak yang kaya dan menyadari kewajiban haji.
Bagi mereka yang telah mampu dan tidak mau segera berhaji, Rasululah SAW memberi peringatan keras dengan sabdanya :
من ملك زادا وراحلة تبلغه إلىبيت الله ولم يحج، فلا عليه أن يموت يهوديا أونصرانيا
Barang siapa memiliki bekal dan (biaya) kendaraan yang dapat menyampaikannya ke Baitullah, tapi dia tidak mau berhaji, maka tak mengapa kalau dia ingin mati sebagai orang Yahudi atau Nasrani.
Allah Maha tahu, bagaimana kondisi masyarakat muslim setiap masa. Maka Dia mewajibkan ibadah haji hanya sekali seumur hidup. Ibadah haji dapat melebur dosa dan haji mabrur balasannya dalah surga. Rasulullah SAW Bersabda :
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة
Umroh satu ke umroh yang lain menghapuskan dosa antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya selain surga.
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah.
Apa dan bagaimana haji mabrur itu ? dan apa ciri-cirinya ?
Haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan dengan baik, tanpa dicampuri dengan perbuatan dosa selama iabadah haji. Ciri-cirinya, setelah pulang dari haji, orang tersebut semakin baik prilakunya, semakin tekun ibadahnya, makin dekat kepada Allah dan tidak cinta dunia.
Demikianlah khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga saudara-saudara kita yang akan melaksanakan haji tahun ini, dapat melaksanakannya dengan sempurna, sehingga dapat mencaia haji mabrur. Dan bagi kita yang belum bisa melaksanakan, semoga di tahun-tahun yang akan datang bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima, dan yang sudah pernah, semoga bisa menunaikannya lagi, amin.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَفُسُوقَ وَلاَجِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ الله وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يأُوْلِي اْلأَلْبَابِ.
بارك الله لي ولكم في اللقرآن العظيم، ونفعنِي وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل منّي ومنكم تلاوته، إنه بر رؤف رحيم.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar