Rabu, 09 Januari 2013

Khutbah Jum'at 10

Tahun Baru
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله فارج الكربات ومجيب الدعوات، ومضاعف الحسنات وغافر الخطايا والزلات، ومحيل الشدائد والمكروهات، أحمده حمدا وأشكره على ما أولاه من الإحسان والكرامات. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شـريك له فى ربوبيته وإلهيته وكذلك الأسْماء له والصفات، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد السادات. اللهم صل وسلم علىحبيبك ورسولك محمد وعلى آله وصحبه أولي الفضائل والكرامات صلاة وسلاما دائمين متعاقبين بتعاقب الأوقات. أما بعد: فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون.
قال الله عز وجل : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. وقال أيضا :  وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. صدق الله العظيم.

Ma’asyiral muslimin, sidang Jum’ah yang dimuliakan Allah.
Marilah kita bersama-sama berupaya meningkatkan iman, Islam dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, baik ibadah wajib maupun sunnah, dan dengan berupaya semaksimal mungkin untuk menjauhi larangan-larangan Allah.
Sejak kemarin lusa, kita telah memasuki tahun baru, yakni tahun 2013. Ini berarti umur kita semakin bertambah, dan otomatis ajal kita makin dekat. Seharusnya, datangnya tahun baru itu disikapi dengan positif, dengan amal shaleh, perbuatan yang bermanfaat, muhasabah (introspeksi diri), apa saja yang telah kita lakukan selama tahun 2012? Lebih banyak manakah, antara amal baik dan amal buruk? Kalau amal baik yang lebih banyak, kita harus bersyukur dan berupaya meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya di masa-masa mendatang. Jika amal jeleknya yang dominan, kita harus banyak-banyak beristighfar, mohon ampun kepada Allah SWT, dan selanjutnya berusaha memperbaikinya.
Namun apa yang terjadi, apa yang kita saksikan, dan apa yang dilakukan oleh umat Islam di tahun baru ? Kebanyakan masyarakat, baik masyarakat domestik, maupun internasional, termasuk umat Islam, menyongsong datangnya tahun baru dengan kegiatan negatif; dengan bersenang-senang, berjoget, berfoya-foya, naik kendaraan bermotor keliling kota, singkatnya membuang waktu, tenaga dan biaya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, kecuali hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan mengikuti bisikan syaithan belaka.
Ma’asyiral muslimin, jamaah Jum’ah yang dirahmati Allah
Kemaksiatan dan kemunkaran juga kita saksikan setiap saat dan di berbagai tempat. Tempat-tempat pelacuran begitu aman dan nyaman, minuman keras dijual bebas, kejahatan selalu bermunculan, nyawa manusia tak berharga, korupsi sudah menjadi urat nadi, sulit untuk dibasmi. Tidakkah kita malu, bangsa Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih, mayoritas beragama Islam, terkenal sebagai Negara korup.
Kenapa kejahatan dan kemaksiatan ini tak bisa dikurangi, bahkan semakin menjadi-jadi? Seakan kita tidak percaya, bahwa kita suatu saat akan dipanggil Allah, atau seakan-akan kita sudah merasa cukup bekal untuk menghadap-Nya. Ingatlah bahwa kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, untuk mengumpulkan bekal dan menanam modal, kita sendiri yang akan merasakan buahnya di akhirat kelak. Ingatlah selalu firman Allah SWT :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasuk-kan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imran : 185)
Dari Qais bin ‘Ashim ra, ia berkata: Ya Rasulallah, berilah kami pelajaran yang bermanfaat bagi kami! Lalu beliau bersabda: Ya Qais, sesungguhnya setelah kemuliaan ada kehinaan, setelah kehidupan ada kematian, setelah dunia ada akhirat, segala sesuatu akan diperhitungkan, dan pada semua hal ada yang mengawasi, setiap kebaikan akan diberi pahala, setiap kejelekan akan disiksa, setiap yang bernyawa ada ajal, ada seorang teman yang akan dikuburkan bersamamu dan ia akan selalu hidup, kamu akan dikuburkan bersamanya, jika ia baik ia akan memuliakanmu, dan jika ia bagus ia akan menyelamatkanmu. Tidaklah kamu dikumpulkan di padang mahsyar, melainkan ia akan selalu setia bersamamu, tidaklah engkau dibangkitkan melainkan bersamanya, tidaklah engkau ditanya melainkan tentang dia, maka janganlah engkau jadikan ia melainkan keshalehan, karena jika ia shaleh kamu akan senang dengannya dan sebaliknya, jika ia keji maka kamu akan jijik dengannya. Dia adalah amalmu.”
Hadhirin, jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah
Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Dunia hanyalah perantara menuju akhirat, kehidupan nan kekal abadi. Di sana hanya ada dua pilihan, ni’mat atau siksa, selamat atau sengsara, surga atau neraka. Kita mesti memilih satu di antar dua, dan pilihan itu harus kita lakukan sekarang, di dunia ini, sebelum kita dipanggil Allah. Islam tidak melarang umatnya menjadi pejabat, tapi ingatlah bahwa jabatan itu amanat, jangan disalahgunakan. Islam tidak melarang seseorang menjadi pengusaha atau konlomerat, tetapi ingatlah kewajiban zakat, infaq dan shadaqah. Kalau tidak, kelak harta itu akan dipanaskan di neraka, lalu digunakan untuk menyeterika pemiliknya. Atau menjadi ular besar yang akan menyiksanya di dalam neraka. Demikian ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya.
Jadi, ukuran keberhasilan atau kesuksesan seseorang tidak cukup hanya diukur dari segi materi saja. Alhamdu lillah saya sudah berhasil, sudah punya rumah mewah, punya mobil, menjadi pejabat atau pegawai dst. Itu bukan ukuran keberhasilan. Tetapi keberhasilan menurut Islam adalah; apabila seseorang mampu membuat keseimbangan antara dunia dan akhirat. Kebutuhan duniawinya terpenuhi, dan ibadahnya pun dilaksanakan dengan baik. Kalau dia miskin bersabar, kalau kaya bersyukur. Perhatikanlah sabda Rasulullah SAW :
ليس بخيركم من ترك دنياه لآخرته، ولا آخرته لدنياه، حتى يصيبهما جميعا، فإن الدنيا بلاغ إلى الآخرة، ولا تكونوا كلا على الناس
Bukanlahlah yang terbaik di antara kamu, orang yang meninggalkan urusan dunia karena mementingkan urusan akhirat, bukan pula orang yang terbaik di antara kamu, orang yang meninggalkan urusan akhirat karena mementingkan urusan dunia, sehingga ia memperoleh keduanya. Karena sesungguhnya dunia ini jembatan menuju akhirat, Dan janganlah kamu menjadi beban bagi orang lain. (H.R. Ibnu ‘Asakir).
Ma’asyiral muslimin yang dimuliakan Allah.
Lewat mimbar ini saya berpesan kepada diri saya sendiri khususnya, dan juga kepada saudara-saudaraku kaum muslimin, agar kita senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. dan berpegang teguh kepada ajaran agama Islam. Jika menjadi pemimpin jadilah pemimpin yang adil, merakyat, memberi contoh yang baik bagi masyarakat, jika menjadi penegak hukum, jadilah penegak hukum yang sesungguhnya, bukan sekadar istilahnya saja sebagai penegak hukum, tapi benar-benar berupaya menegakkan supremasi hukum terhadap siapapun tanpa pandang bulu. Yang benar harus dibela, yang salah harus dihukum sesuai aturan yang berlaku. Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang baik, bekerja untuk kepentingan masyarakat, hindari korupsi, manipulasi, baik korupsi uang maupun korupsi waktu. Tegakkan kedisiplinan dalam bekerja. Jika menjadi rakyat, jadilah rakyat yang taat kepada pepimpin, apabila pemimpin itu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Apabila para pemimpin dan yang dipimpin sama-sama memiliki iman yang mantap, bertaqwa kepada Allah dan berhias diri dengan akhlak mulia, kejahatan dan kemaksiatan diminimalkan, perjudian dan minuman keras diberantas, maka Pati akan menjadi daerah yang subur dan penuh berkah. Itulah janji Allah dalam surat Al A’raf : 94 :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendusta-kan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم

1 komentar:

  1. Menawi saget khutbah pembukanya di kasih harakat
    Jazakallah...

    BalasHapus