Rabu, 09 Januari 2013

Khutbah Jum'at 08

Meningkatkan Kualitas IMTAQ
الحمد لله الذي أرسل محمدا بالحق بشيرا ونذيرا، وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا، واختاره من جميع خلقه صغيرا وكبيرا، أحمده سبحانه إذ هدانا للإسلام كَرَماً منه وإحسانا ولم يزل سبحانه بالإحسان جديرا، وأشكره إذ أسبل علينا من سحائب كرمه وابلا غزيرا. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادة من نزه مولاه عن الشرك به وكبره تكبيرا، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله أرسله يكسر أصناما ويهدم أوثانا ويمحو شركا مخذولا حقيرا. اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد نالذي أوضح منهج الحق حتى أضحى مشرقا منيرا، وعلى آله وأصحابه ومن كان له على الحق ظهيرا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاعِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وقال تعالى : اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. وقال أيضا : وَأَقِيمُوا الصَّلوةَ وَأتُوا الزَّكوةَ وَمَاتُقَدِّمُوا لأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللهِ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ .
Ma’asyirol muslimin, sidang Jum’ah yang dimuliakan Allah.
Marilah kita senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah  dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Karena taqwa merupakan ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah. Sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al Hujurat : 13).
Untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa, hendaknya kita memperbanyak amal shaleh. Janganlah kita melemahkan iman kita dengan dosa dan maksiat kepada Allah. Shalat adalah amal ibadah yang memiliki  kedudukan sangat penting dalam Islam. Apabila shalat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka seseorang akan menjadi hamba Allah yang shaleh, terjaga dari kebiasaan buruk. Firman Allah:
وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”. (Al Ankabut : 45)
Imam Ash Showi dalam syarah tafsir jalalain menjelaskan :
Kalimat “Dirikanlah shalat” yakni senantiasalah kamu mendirikan sholah, dengan semenuhi rukun-rukunnya, syarat-syaratnya dan adab-adabnya. Artinya, bahwa shalat yang dikerjakan dengan sempurna, akan menjadi sebab seseorang merasa ringan untuk berbuat baik dan dilindungi oleh Allah dari perbuatan maksiat.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Lebih baik lagi tentunya, apabila shalat lima waktu bisa dilaksanakan dengan berja-ma’ah di masjid atau mushalla. Karena shalat berjama’ah mengandung hikmah yang besar, diantaranya: shalat jama’ah menumbuhkan jiwa semangat kebersamaan, mempererat tali persaudaraan (ukhuwah islamiyyah) antar tetangga, dengan shalat jama’ah antar tetangga bisa saling bertemu, bersalaman, tanpa ada batas antara yang kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat biasa. Yang lebih penting lagi, bahwa shalt jama’ah pahalanya lebih besar 27 kali dibandingkan shalat sendirian. Tidak benar jika ada yang berpendapat, bahwa shalat jama’ah bisa dilaksanakan di rumah bersama keluarga. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan demikian. Justru beliau sangat menganjurkan agar kaum laki-laki berjama’ah di masjid atau mushalla, terutama bagi orang yang rumahnya dekat dari masjid atau mushalla. Sehingga ditegaskan dalam hadits :
لا صلاة لجار المسجد إلا في المسجد (رواه الدارقطني)
“Tidak sempurna shalatnya tetangga masjid, kecuali di masjid”.
Anjuran untuk shalat jama’ah ini bersifat umum. Kiyai, santri, orang pintar, orang awam, pejabat, pegawai, petani dan seterusnya. Baik dia menjadi imam maupun menjadi makmum. Karena di zaman sekarang ini ada saja orang yang tidak mau jama’ah di masjid atau mushalla, kalau dia tidak menjadi imam. Ini bukan akhlak Islam, bukan tradisi santri.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Ada pula ibadah yang kurang mendapat perhatian dari kaum muslimin, yakni zakat, infaq dan shadaqah. Zakat merupakan ibadah wajib khusus bagi orang-orang tertentu, seperti petani, pedagang, pengusaha dan sebagainya. Orang yang telah berpredikat wajib zakat, kalau tidak menunaikan zakatnya, maka ancamannya
sangat mengerikan. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah  bersabda :
من آتاه الله مالا فلم يؤد زكاته، مثل له يوم القيامة شجاعا أقرع، له زبيبتان يطوقه يوم القيامة، ثم يأخذ بلهزمتيه، ثم يقول : أنا كنْزك، أنا مالك
“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak mengeluarkan zakatnya, maka hartanya itu akan diubah bentuk seperti ular yang sangat besar, memiliki dua bisa yang akan dikalungkan kepadanya di hari kiamat, lalu ular itu menggigit kedua rahangnya, kemudian berkata: Aku adalah timbunanmu, Aku adalah hartamu”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Adapun infaq dan shadaqah, hanya sunnah yang sangat dianjurkan. Untuk itu, hen-daknya kita melaksanakannya sesuai kemampuan masing-masing. Jangan takut miskin atau kelaparan karena sering bershadaqah. Karena Rasulullah  menjamin
ما نقص مال من صدقة، بل يزداد، بل يزداد، بل يزداد.
(Sebenarnya) tidak berkurang harta karena untuk shadaqah, (justru bertambah x3).
Beberapa hari lagi kita akan kedatangan tamu yang mulia, yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, yakni bulan suci Ramadhan. Lewat mimbar ini saya berpesan, janganlah kita sia-siakan kesempatan memperoleh pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadhan. Yang diberi amanat kekayaan, jangan enggan mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah. Jika anda sudah terbiasa berinfaq dan bershadaqah, tingkatkanlah amal mulia itu selama bulan Ramadhan.
Sementara, bagi kaum dhu’afa yang tidak mampu berinfaq dan bershadaqah, Islam memberikan jalan mengejar pahala shadaqah, sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, bahwa tiap-tiap persendian (ros-rosan) jari tangan adalah shadaqah (ketika kita membaca tasbih, tahmid, takbir), memban-tu seseorang mengangkatkan bawaannya adalah shadaqah. Berbicara yang baik dan sopan juga shadaqah, tiap-tiap langkah untuk shalat jama’ah masjid atau mushalla adalah shadaqah. Menyingkirkan gangguan dari jalan, seperti duri, batu, kayu, paku dll adalah shadaqah.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah.
Untuk meningkatkan kualitas iman, tholabul ilmu (menuntut ilmu) juga perlu. Hadir di tempat-tempat pengajian. Pengajian yang dapat menambah keimanan dan pemahaman tentang tata cara beribadah, bukan pengajian yang banyak tertawa. Justru pengajian yang model begitu akan membuat hati kita keras dan gelap/peteng Siapa pun yang mengaji, asal yang disampaikan baik, haq dan bermanfaat, kita hendaknya bisa menerimanya. Karena prinsipnya dalam Islam,
خذ الحكمة ولو من فم الكلب
Ambillah hikmah (ilmu) meskipun keluarnya dari mulut anjing.
Kita tidak boleh meremehkan orang lain. Bisa jadi orang yang kita remehkan lebih baik, lebih pintar dan lebih mulia di sisi Allah. Imam Ibnu Abi Ghassan mengatakan :
لا تزال عالما ما كنت متعلما، فإذا استغنيت كنت جاهلا
Anda adalah orang alim (pintar) selama anda masih mau belajar. Apabila anda sudah merasa cukup, merasa pintar, maka sebenarnya anda orang bodoh.
Jadi, semakin tinggi ilmu seseorang, dia akan semakin merasa bodoh dan selalu ingin belajar dan belajar terus, tidak sombong dan tidak merasa sudah atau paling pandai.
Yang tidak kalah pentingnya untuk kita pwerhatikan adalah menjaga lisan dan mempergunakannya untuk hal-hal yang positif. Untukmembaca Al Qur’an, berdzikir, berbicara jujur, bertutur kata yang baik dan sopan dsb. Sebab, lisan bisa membawa kebahagiaan maupun kehancuran. Seseorang bisa terjungkal ke dalam neraka akibat lisan yang tidak dikendalikannya. Rasulullah  bersabda :
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً، يَرْفَعُهُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ 
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan perkataan yang diridhoi Allah, dimana ia tidak menyadarinya, Allah mengangkatnya beberaja derajat (di surga) karena perkataan itu. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan perkataan yang dimurkai Allah, dimana ia tidak menyadarinya, karenanya dia jatuh ke dalam neraka Jahannam.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالآيات والذكر الحكيم، إنه تعالى جواد كريم، ملك برّ رءوف رحيم

Khutbah Kedua
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الهادي إلى رضوانه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وأعوانه. أَمَّا بَعْدُ فيا أيها الناس اتقوا الله تعالى وأطيعوه، فإن طاعته أقوم وأقوى، وتزودوا فإن خير الزاد التقوى، واحذروا أسباب سخط الجبار فإن أجسامكم على النار لا تقوى اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُوْنَ، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِفَضْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.
اَللّهُـمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمّرْ أَعْدَاءكَ أَعْدَاءَ الدّيْنِ، وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السُّوْءِ عَلَيْهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.  اللّهُمَّ فَرّقْ جَمْعَهُمْ، وَشَتّتْ شَمْلَهُمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَاضْرِبْ مَكَائِدَهُمْ عَلَى وُجُوْهِهِمْ، إِنَّكَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللّهُمَّ عَذّبِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءكَ. اَللّهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ عَلى عَدُوّكَ وَعَدُوّهِمْ، وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً وَبَارِكْ لأَهْلِهَا. اَللّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي كل مكان. اَللّهُمَّ دَمّرِ الْجُيُوْشَ اْلأَمْرِيْكِيّيْنَ وَالْبِرِطَانِيّيْنَ وَالْيَهُوْدَ وَجَمِيْعَ حُلَفَائِهِمُ الْكَافِرِيْنَ الْمُحْتَلّيْنَ. اَللّهُمَّ أَهْلِكْ حُكُوْمَتَهُمْ وَقُوَّاتِهِمْ أَمَامَ عُيُوْنِ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّهُمَّ اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرّبَا وَالزّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ، وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا، وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar